Senin, 24 Desember 2012

Silabus Matematika SD Kelas 4


Berikut Contoh Silabus Matematika Untuk SD Kelas 4


Berikut salah satu contoh silabus dan rpp SD untuk anda para pengajar :

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Mata pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari Sekolah Dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analistis, sistematis, kritis, dan kreatif serta kemampuan bekerja sama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti dan kompetitif.
Sementara si sekolah mata pelajaran Matematika merupakan mata pelajaran yang menakutkan bagi siswa oleh sebab itu banyak siswa yang tidak disuka dengan alasan sukar, membosankan, dan menjenuhkan. pengetahuan Permasalahn tersebut bukan hanya bersumber dari siswa akan tetapi banyak factor yang mempengaruhi  juga datang dari guru dan lingkungan siswa.
Permasalahan yang berkaitan dengan guru antara lain: kurangnya kemampuan dan penguasaan guru dalam mengembangkan materi atau bahan ajar dan kurangnya penguasaan guru dalam memilih dan membuat alat peraga sebagai penunjang belajar siswa. Adapun yang datang dari siswa antara lain : kurangnya minat siswa untukbelajar matematika atau kurang terampilannya siswa dalam menerima bahan ajar yang diberikan guru.
Berkenaan dengan permasalahan tersebut guru memiliki tanggung jawab untuk mengurangi dan bahkan untuk mencari jalan keluar dari permasalahan tersebut.
Dengan melihat kenyataan ini penulis sangat tertarik untuk melakukan Penelitiantindakan Kelas yaitu dengan penggunaan media pembelajaran untuk dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam mengerjakan oprasi hitung bilangan bulat positif dan negatif dengan menggunakan alat peraga sederhana yang dibuat oleh guru yang terbuat dari karton/treflek dan bisa menggunakan bahan yang lain dariplastik atau kardus yang dibuat seperti lingkaran berbentuk jam yang sekelilingnya diberi bilangan bulat positif dan bilangan bulat negativ dan satu buah jarum sebagai petunjuk angka atau bilangan tersebut yang mana alat peraga ini baru pertama kali diperkenalkan kepada siswa kelas IB SDN Karang Entang.
Dari hasil evaluasi kegiatan pembelajaran mata pelajaran matematika operasi bilangan bulat siswa kelas IV  SDN Karang Entang 80% siswa memperoleh nilai dibawah Kreteria Ketuntasan Minimal (KKM). Hal ini menunjukkan bahwa indikator tersebut tidak tercapai secara optimal.
B.       Rumusan Masalah.
    Berdasarkan pada latar belakang masalah bahwa dari hasil evaluasi kegiatan pembelajaran dalam pelajaran matematika indikator. Operasi bilangan bulat kelas IV SDN Kerang Entang semua siswa memperoleh nilai dibawah Keteria Ketuntasan Minimal (KKM) maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut :
1.      Apakah dengan menggunakan alat peraga jam bilangan dapat meningkatkan motifasi  siswa dalam pelajaran oprasi bilangan bulat?
2.      Apakah alat peraga jam bilangan penggunaanya lebih praktis, meng efektifkan pembelajaran, dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa?
3.      Apakah dengan peraga jam bilangan siswa lebih cepat memahami  dan ikut berpartisipasi secara langsung dalam pembelajaran?
4.      Apakah dengan alat peraga jam bilangan siswa dapat menemukan konsep dasar operasi bilangan bulat?
C.       Tujuan Penelitian.
Berdasarkan masalh tersebut di atas maka tujuan penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan adalah sebagai berikut :
1.      Dalam proses belajar mengajar siswa dapat berperan langsung dan berpartisipasi menggunakan alat peraga.
2.      Meningkatkan keterampilan siswa dalam pembelajaran pokok bahasan bilangan pokok bahasan bilangan bulat positif dan negatif dengan peraga jam bilangan.
3.      Mengefektifkan dan membuat pembelajaran lebih praktis dengan menggunakan alat praga jam bilangan.
4.      Memudahkan siswa dalam menemukan konsep dasar oprasi bilangan bulat.
D.       Manfaat Penelitian.
Seperti halnya tujuan, penelitian ini juga mempunyai manfaat baik bagi siswa, guru, maupun bagi lembaga.
Adapun manfaat penlitian ini dapat diuraikan sebagai berikut :
1.         Bagi Siswa.
Menjadikan proses pembelajaran lebih bermakna, meningkatkan keterampilan, dan siswa dapat menguasai konsep dasar lebih mudah, serta siswapun dapat berpartisipasi dalam proses pembelajaran.
2.         Bagi Guru
Sebagai bahan bacaan untuk memperkaya pengetahuan sehingga terdorong untuk melakuakan, dan mengembangkan inovasi, merangsang kreatifitas dalam perbaikan pembelajaran dan tindakan kelas.
3.       Bagi Lembaga.
Dari hasil pembelajaran yang lebih baik akan terjadi peningkatan mutu pendidikan, kualitas sekolah sehingga melahirkan siswa yang mempunyai kompetensi lulusan yang tinggi, dan akhirnya merangsang proaktif masyarakat untuk berpartisipasi terhadap kemajuan sekolah.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.         Tinjauan Tentang Motifasi  Belajar
a.      Pengertian Belajar
Untuk menjelaskan tentang pengertian belajar perlu dikemukakan beberapa pendapat tokoh tentang teori-teori belajar. Menurut Margono belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari suatu latihan dan pengalaman.
Menurut pendapat Noehi Nasution dkk bahwa belajar adalah suatu proses yang memungkinkan timbulnya atau berubahnya tingkah laku sebagai hasil dari terbentuknya respon utama dengan syarat bahwa perubahan atau munculnya tingkah laku baru itu disebabkan oleh adanya kematangan atau oleh adanya perubahan sementara karena sesuatu hal.
Sedangkan menurut Gagne mengatakan belaajra terjadi apabila suatu situasi stimulus bersama isi ingatan mempengaruhi siswa sedemikian rupa sehingga perbuatannya (performennya) berubah dari waktu sebelum ia mengalami situasi tadi. Atas pengertian tersebut diatas, maka dapat dikatakan bahwa salah satu harapan kehidupan yang harus dijalani oleh manusia adalah proses belajar sehingga dapat terbentuk manusia yang pandai dan beradab. Dari beberapa pendapat diatas dapat dikemukakan beberapa ciri penting tentang belajar diantaranya adalah : Belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku menuju kearah yang lebih baik dan belajar merupakan perubahan yang terjadi melalui latihan dan pengalaman. Perubahan relatif mantap dan akhir dari suatu periode yang cukup panjang serta tingkah laku yang mengalami perubahan menyangkut beberapa aspek kepribadian baik fisik maupun psikis seperti : perubahan dalam pengertian, pemecahan suatu masalah, keterampilan, kecakapan kebiasaan atau sikap  adalah pengertian dari belajar.



b.   Pengertian Motivasi
                  Istilah motivasi menunjuk kepada semua gejala yang terkandung dalam stimulus tindakan kearah tujuan tertentu di mana sebelumnya tidak ada gerakan  menuju kearah tujuan tersebut. Motivasi dapat berupa dorongan-dorongan dasar atau internal dan insentif di di luar diri individu atau hadiah. Sebagai suatu masalah di dalam kelas, motivasi adalah proses membangkitkan, mempertahankan dan mengontrol minat-minat.
                  Suatu prinsip yang mendasari tingkah laku ialah bahwa individu selalu mengambil  jalan pendek menuju suatu tujuan. Orang dewasa mungkin berpandangan bawah di dalam  kelas  para siswa  harus mengabdikan dirinya kepada  penguasaan kurikulum. Akan tetapi para siswa tidak selalu melihat tugas-tugas sekolah sebagai jalan terbaik  yang menujui kearah kebebasan , produktivitas , kedewasaan atau apa saja yang dipandang mereka sebagai perkembangan yang disukai. Dalam hubungan ini tugas guru adalah menolong  mereka untuk memilihj topic, kegiatan atau tujuan yang bermanfaat baimk untuk jangka panjang maupun jangka pendek.
B.     Tinjauan Tentang Operasi Bilangan Bulat.
Bilangan bulat adalah bilangan yang utuh dalam arti bukan berupa pecahan. Dangan demikiaan bilangan bulat dapat berupa bilangan positif, nol, maupun bilangan negative. Bilangan negative dipandang sebagai lawan dari bilangan positif demikian pula sebaliknya. Sebagai contoh misalnya lawan dari 5 adalah -5(baca “negative lima”) sedang lawan dari -12 adalah 12, demikian pula untuk yang lain.
     Dipandang dari wawasan tentang himpunan, himpunan bilangan bulat merupakan perluasan dari himpuman bilangan cacah. Perluasan yang dimaksud adalah keanggataanya. Sehingga himpunan yang diperluas itu menjadi tertutup terhadap operasi pengurangan.
C.       Tinjauan Tentang Alat Peraga Jam Bilangan
a.      Penggunaan Alat Peraga.
        Media berasal dari bahsa latin”Media” dengan bentuk jamak medium yang secara harfiah berarti perantara sumber peran dengan penerima pesan. (heinich, 1982)
        Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar dan melihat bahwa banyak media yang digunakan untuk berbagai keperluan, misalanya untuk dunia bisnis. Demikian juga dalam dunia pendidikan seorang guru dalam menyampaikan pembelajaran selalu menggunakan media agar bahan ajar yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh siswanya. Agar terjadi perubahan perilaku, baik pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), dan keterampilan (psiko motor) (Heinich, 1982). media yang digunakan dalam pembelajaran adalah media pembelajaran.
      Benyak penemuan penelitian yang mengharapkan keandalan media pembelajaran diantaranya yang dilakukan oleh British Aundio Visual Association. Bahwa rata-rata jumlah informasi yang diperoleh sesseorang melalui indra menunjukkan komposisi sebagai berikut:
1.      75% Melalui indara penglihatan (Visual)
2.      13% Melalui pendengaran (Audiotori)
3.      6% Melalui indara sentuhan  dan peraba
4.      6% Melalui indra penciuman dan lidah
5.      Dengan gambaran sebagai berikut
Penggunaan media bukan hanaya membuat proses pembelajaran lebih efisien, tetapi juga membantu siswa menyerap materi belajar lebih mendalam dan utuh. Bila hanya mendengarkan informasi verbal dari guru saja, siswa mungkin kurang memahami pelajaran dengan baik. Tapi jika hal itu diperkaya dengan hal Visual atau penglihatan, menyentuh, merasakan atau mengelami sendiri melalui media, maka pemahaman siswa akan lebih baik. (Kemp dan Dayton, 1985)
         Bertolak dari teoritis tersebut dapatlah disimpulkan bahwa alat peraga dapat meningkatkan kualitas hasil belajar siswa. Pelajaran dapat diseragamkan agar menjadi lebih jelas dan lebih menarik, yang mana dapat menumbuhkan sikap positif dan produktif.
         Dari sinilah penulis berkesimpulan bahwa dengan menggunakan media/peraga meteri yang disampaikan akan lebih banyak diserap siswa dibanding pembelajaran yang bnayak menganutsistem lama/tradisional yang bahan ajarnya disampaikan secara verbal dengan menggambarkan indra pendengaran.
b.      Jenis, Bahan dan Fungsi Alat Peraga.
     Media yang digunakan penulis adalah jenis media yang tidak diproyeksikan, yang dikategorikan sebagai media sederhana. Yang dirancang secara khusus untuk mengkomunikasikan pesan pembelajaran. Yang mana media itu dibuat dari bahan yang mudah didapat dan sangat murah yaitu dari triplek, karton atau kardus yang dibuat menyerupai jam dan sekelilingnya diberi bilangan positif dan negatif dan ditengahnya terdapat anak panah atau jarum yang memudahkan siswa menunjuk bilangan.
Alat peraga ini untuk memahami operasi bilangan bulat positif dan bilangan bulat negatif khususnya untuk penjumlahan, pengurangan, perbandingan dan mengurutkan bilangan.
c.       Cara Kerja Alat Peraga.
Cara kerjanya cukup sederhana dan praktis yaitu sesuai dengan cara kerja peraga garis bilangan nemun lebih mudah, efektif, praktis, dan efesien digunakan dengan memutar sebuah jarum/anak panah yang ada di tengah lingkaran, kearah kanan dari titik 0 adalah bilangan positif, dan kearah kiri 0 adalah bilangan negatif. Dengan demikian siswa akan menemukan langsung hasil jawaban dari operasi soal yang disajikan.
Dengan demikian siswa akan lebih mudah cepat mengerti yang mana media ini disajikan sebagai penanaman konsepdasar untuk memahami operassi bilangan bulat.
Contoh :
-5 + 7 = …….
Jawab :
Untuk menyelesaikan soal tersebut: jarum pertama diputar lima langkah kesebelah kiri titik 0 atau diletakkan pada angka -5, dari angka -5 diputar 7 langkah ke kanan, dari -5 dimana jarum berhenti itulah jawaban dari soal yang ditanyakan. Jarum berhenti pada angka 2berarti -5 + 7 = 2

Agar tidak berbeda pendapat dan menghindari kesalah pahaman maka dirumuskan batasan istilah :
1.      Alat Perga Jam Bilangan.
Jam bilangan merupakan nama yang diberikan penulis pada sebuah alat peraga yang digunakan untuk operasi bilangan bulat negatif dan positf khususnya untuk penjumlahan, pengurangan, perbandingan dan mengurutkan bilangan. Bentuknya menyerupai jam, namun bukan untuk penunjuk waktu, melainkan untuk penunjuk bilangan.
2.      Perbandingan menentukan sebuah bilangan yang jumlahnya lebih banyak atau lebih sedikit.
3.      Media adalah istilah lain dari peraga.
4.      Kompetensi adalah mutu kelayakan.
E.     Hipotesis Tindakan.
Bertolak dari permaslahan dan tujuan yang diinginkan maka hipotesis yang disusun sebagai berikut :
1.      Penggunaan jambilangan untuk memudahkan operasi penjumlahan, pengurangan, perbandingan, dan mengurutkan bilangan bulat.
2.      Dengan menggunakan jam bilangan akan menumbuhkan motifasi siswa untuk belajar sungguh-sungguh, sehingga dapat meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi pokok bahasan bilangan tersebut.
BAB III
METODE PENELITIAN

A.    Subjek Penelitian
1.      Lokasi Penelitian
Lokasi peneltian ini penulis menentukan lokasi sekaligus tempat dan batasan gerak yang akan dilaksanakan yaitu :
Tempat            : SD Negeri Karang Entang Kecamatan Kwanyar                                                                  
Kabupaten Bangkalan
Kelas               :  iV (Lima)
Jumlah             : 16 Anak
2.      Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan jadwal pelaksanaan secara rinci dapat adalah sebagai berikut :
Dilaksanakan dengan siklus :
a.       Siklus I hari sabtu tanggal 10 oktober 2009.
b.      Siklus II hari selasa tanggal 13 oktober 2009.
masing-masing siklus dilaksanakan 2 x 35 menit.
B.     Rancangan Penelitian
Penelitian direncanakan akan dilaksanakan dalam 2 siklus. Dalam tiap siklus  terdiri dari 4 kegiatan yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan dan refleksi. Dari dua siklus tersebut dapat digambarkan dengan alur sebagai berikut :

 

C.    Metode Pengumpulan Data
Data-data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi pengolahan belajar aktif, dan post tes diakhir kegiatan.
D.    Teknik Analisis Data
Untuk mengetahui keefektivan alat peraga jam bilangan dalam materi operasi bilangan bulat perlu diadakan analisa data. Pada penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang bersifat menggambarkan kenyataan atau fakta sesuai dengan data yang diperoleh dengan tujuan untuk mengetahui prestasi belajar yang dicapai siswa juga untuk memperoleh respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran serta aktivitas siswa selama proses pembelajaran.
Untuk menganalisis tingkat keberhasilan atau persentase keberhasilan siswa setelah proses belajar mengajar setiap putarannya dilakukan dengan cara memberikan evaluasi berupa soal tes tertulis pada setiap akhir putaran.
Analisis ini dihitung dengan menggunakan statistic sederhana yaitu:
  1. Untuk menilai post tes
Peneliti melakukan penjumlahan nilai yang diperoleh siswa, yang selanjutnya dibagi dengan jumlah siswa yang ada di kelas tersebut sehingga diperoleh rata-rata pos tes dapat dirumuskan:
Dengan            :      = Nilai rata-rata
                           Σ X   = Jumlah semua nilai siswa
                                       Σ N   = Jumlah siswa
2.   Untuk ketuntasan belajar
Ada dua kategori ketuntasan belajar yaitu secara perorangan dan secara klasikal. Untuk menghitung persentase ketuntasan belajar digunakan rumus sebagai berikut:
           




BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.    Hasil Penelitian.
1.      Refleksi Awal
Siklus 1 dalam penelitian ini dilaksakan berdasarkan hasil pembelajaran sebelumnya. Hasil evaluasi siswa kelas IV SDN Karang Entang dalam mata pelajaran Matematika dalam materi operasi bilangan bulat semua siswa mendapat nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Sbagaimana dipaparkan pada table sebagai berikut :
Data Hasil Belajar Siswa Refleksi Awal

No
Nama
Nilai Akhir
1
Maulidia
55

2
Miftahul Alyar
50

3
Maunah
55

4
Murtasia
50

5
Faidah
65

6
Taufik. W H
50

7
Assiya
50

8
Muktilah
55

9
Moh. Nurullah
50

10
M. Zuber
65

11
Abd. Rohim
65

12
Darul Mustofa
65

13
Musarrofah
65

14
Hafid Maulana
60

15
Rian Aminullah
50

16
Rosul
60

Jumlah
910

Nilai rata-rata = 56,9

Kriteria Ketuntasan Minimal = 70

Keberhasilan  0 %


Melihat dari hasil yang dipaparkan pada table 1 yang menunjukkan bahasa dari 24 siswa tidak ada yang mencapai diatas KKM. Peneliti melakukan wawancarasemua siswa dan berkonsultasi pada pengamat. Maka memperoleh informasi tentang penyebab nilai semua siswa dibawah KKM.
2.      Siklus 1.
a.      Rencana Tindakan.
-          Menyusun rencana perbaikan pembelajaran bersama dibantu oleh bapak H. Muslihud Dafik S.Pd kepala SDN Karang Entang selaku supervisor.
-          Menyiapkan alat peraga.
-          Menyusun soal-soal latihan dan evaluasi dan menentukan metode yang digunakan dalam perbaikan pembelajaran.
-          Menyusun soal LKS untuk kerja kelompok.
-          Membuat tabel pengamatan/format observasi.
b.      Pelaksanaan Tindakan
   Langkah- langkah yang ditempuh dalam perbaikan siklus I adalah sebagai berikut:
Apersepsi
-          Mengajukan beberapa pertanyaan dan mengarahkan kepada materi pembelajaran/pokok permasalahan.
-          Membahas materi yang disampaikan sambil memeperkenalkan alt peraga jam bilangan berikut cara penggunaanya.
-          Siswa secara bergantian mencoba alat peraga dan bilangan ke depan kelas dengan bimbingan guru.
-          Siswa dibagi dalam 3 kelompok untuk menyelesaikan soal LKS/tugas kelompok.
-          Menyampaikan kerja laporan kelompok.
-          Diskusi kelas/pembahasan.
-          Pemajangan hassil kerja kelompok memberi komentar dan kesimpulan.
-          Evaluasi.
-          Memberikan PR.
-          Menutup pelajaran sambil menyampaikan pesan moral.
c.       Pengamatan
Setelah dilaksanakan kegiatan pelajaran maka hasil ulang diperoleh dari pengematan terlihat menunjukkan kemajuan siswa terhadap pelajaran matematika dengan persentase sebagai berikut.
Data Hasil Belajar Siswa Siklus1

No
Nama
Nilai Akhir
1
Maulidia
70
2
Miftahul Alyar
60
3
Maunah
75
4
Murtasia
70
5
Faidah
70
6
Taufik. W H
75
7
Assiya
75
8
Muktilah
70
9
Moh. Nurullah
65
10
M. Zuber
75
11
Abd. Rohim
65
12
Darul Mustofa
75
13
Musarrofah
70
14
Hafid Maulana
75
15
Rian Aminullah
60
16
Rosul
75
Jumlah
1125
Nilai rata-rata = 70,3
Kriteria Ketuntasan Minimal = 75
Keberhasilan  68,8 %

d.      Refleksi
Berdasarkan hasil pengamatan kegiatan pembelajaran Siklus 1 maka ada beberapa masalah yang harus dilakukan pada siklus ke 2 yaitu :
1.   Untuk kemajuan dan aktifitas siswa lebih mudah untuk berpartisipasi maka perlu ditambah alat peraga pada setiap kelompok memerlukan satu alat peraga tersendiri.
2.   Bagi siswa yang memperoleh nilai kurang, diberi bimbingan dan pembinaan secara perorangan pada siklus
3.      Siklus 2
a.       Rancanga Tindakan.
-          Menyiapkan dan menyusun rencana pembelajaran.
-          Menambah alat peraga, massing-masing kelompok satu alat peraga.
-          Menetapkan metode yang digunakan.
-          Merancang dan menyusun soal-soal kerja kelompok/LKS dan soal-soal latihan.
-          Menyiapkan tabel pengamat/observasi.
b.         Pelaksanaan Tindakan.
     Dalam siklus 2 pengamatan sama seperti yang dilaksanakan pada siklus 1 dengan langkah-langkah kegiatan sebagai berikut :
Apersepsi
-       Melakukan tanya jawab tentang pembelajaran siklus I sebagai umpan balik.
-       Siswa dibagi tiga kelompok : masing-masing kelompok diberi satu alat peraga untuk membantu siswa dalam menyelesaikan menjawab soal-soal tugas kelompok untuk menemukan dan menanamkan konsep .
-       Masing-masing kelompok menyampaikan hassil kerja kelompok.
-       Melaksanakan diskusi kelas.
-       Memberi sekor/hasil niali kerja kelompok.
-       Pemajangan hassil kerja kelompok.
-       Evaluasi/ penilaian.
-       Memberi tugas/PR.
-       Meyimpulkan pelajaran dan menyampaikan pesan moral.
-       Menutup pelajaran.
c.          Pengamatan

       Dalam kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan disiklus 2 menunjukkan pemahaman konsep siswa pada alat peraga jam bilangan menunjukkan keberhasilan yang memuaskan dengan terlihat tingkat keberhasilan siswa yang mencapai 87,5%. Semua kelompok bekerja dengan aktif, sehingga waktu yang digunakan menjadi lebih efektif.
Data Hasil Belajar Siswa Siklus 2

No
Nama
Nilai Akhir
1
Maulidia
75
2
Miftahul Alyar
70
3
Maunah
80
4
Murtasia
75
5
Faidah
70
6
Taufik. W H
80
7
Assiya
85
8
Muktilah
75
9
Moh. Nurullah
70
10
M. Zuber
75
11
Abd. Rohim
70
12
Darul Mustofa
75
13
Musarrofah
70
14
Hafid Maulana
80
15
Rian Aminullah
65
16
Rosul
80
Jumlah
1195

Nilai rata-rata = 67,9

Kriteria Ketuntasan Minimal = 70

Ketuntasa   87,5 %

d.         Refleksi
Berdasarkan hasil penelitian dan diskusi dengan teman sejawat/kepala sekolah kemudian juga berdasarkan hasil analisis pembelajaran dalam siklus 2 ini telah membukatikan digunakannya alat peraga jam bilangan keberhasilan dan keterampilan siswa dalam menggunakan alat peraga sangat memuaskan.
Hasil kerja kelompok siswa menunjukkan kekompakan semua siswa kelihatan aktif dan berpartisipasi dalam mengerjakan soal dengan menggunakan alat peraga yang diberikan sehingga menciptakan suasana pembelajaran aktif, kreatif dan menyenangkan.
Siswa dengan mudah menguasai dalam menyelesaikan soal tentang oprasi bilangan bulat positif dan bilangan bulat negatif.
Dengan berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilaksanakan, maka terlihatlah perubahan peningkatan dari setiap klus seperti tabel di bawah ini :
                 Hasil Evaluasi dari Siklus Awal,  Siklus 1, Siklus 2.
No
Nma Siswa
Siklus Awal
Siklus 1
Siklus2
1
Maulidia
55
65
75
2
Miftahul Alyar
50
60
70
3
Maunah
55
75
80
4
Murtasia
50
70
75
5
Faidah
65
70
70
6
Taufik. W H
50
75
80
7
Assiya
50
75
85
8
Muktilah
55
70
75
9
Moh. Nurullah
50
65
70
10
M. Zuber
65
75
75
11
Abd. Rohim
65
65
70
12
Darul Mustofa
65
75
75
13
Musarrofah
65
70
70
14
Hafid Maulana
60
75
80
15
Rian Aminullah
60
60
70
16
Rosul
50
75
80
Jumlah Siswa
16
16
16
Nilai Rata-Rata
56,9
70,3
67,9
Tuntas Belajar
0
10
15
Prosentasi Ketuntasan
0 %
68,8%
87.5 %


B.     Pembahasan.
     Alat peraga jam bilangan yang digunakan dalam pembelajaran pokok bahasan bilangan bulat sangat membantu siswa dalam penanaman konsep dasar penyelesaian penjumlahan, pengurangan, perbandingan dan mengurutkan bilangan bulat positif dan bilangan bulat negatif. Dengan alat peraga ini pula dapat menarik minat siswa, sehingga siswa termotifasi dan aktif dalam kegiatan pembelajaran yang menumbuhkan pengalaman belajar yang menyenangkan.
     Alat peraga hanyalah merupakan suatu upaya dalam penanaman konsep dasar dimana siswa dapat menemukan dan mengembangkan sendiri pengalaman yang diterima sehingga akhirnya akan tercipta suatu pemahaman yang dapat menalarkan pemikiran tanpa memerlukan lagi alat peraga.
Dalam pelaksanaan pembelajaran akan membuahkan hasil yang memuaskan apabila guru mau dan lebih bersungguh-sungguh dalam merancang perangkat pembelajaran dan melaksanakannya khusus dalam mengembangkan inovassi dalam menemukan strategi yang mendekatkan siswa untuk termotivasi dengan apa yang dilihat atau dipandangnya, sesuai dengan apa yang dikemukakan tokoh Johan Amos Comenius yang mengatakan bahwa: tak ada sesuatu dalam pikiran manusia tanpa terlebih dahulu melalui pengindaraan.
Salah satu usaha menciptakan alat peraga yang dapat membuat siswa lebih aktif, kreatif, agar terjadi perubahan baik pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), dan keterampilan (psikomotor).



BAB  V
PENUTUP
A.    Kesimpulan.
Dari hasil perbaiakn pembelajaran yang telah dilaksanakan bahwa menggunakan alat peraga sederhana yang diberi nama Jam Bilangan, dibuat berdasarkan cara kerja peraga garis bilangan dengan bentuk lingkaran dapat meningkatkan keperampilan siswa dalam operasi bilangan bulat dan meningkatkan hasil belajar siswa khususnya, berdasarkan hasil penelitian dengan analisis data:
1.      Ketuntasa dari dua Siklus meningkat yaitu:  siklus awal = 0 %, Siklus 1 = 68,8 % dan Siklus 2 = 87,5 %.
2.      Alat peraga tersebut lebih praktis penggunaanya dibanding dengan garis bilangan.
3.      Penguasaan konsep keterampilan siswa tentang operasi bilangan bulat lebih meningkat.
4.      Membuat suasana belajar lebih menyenangkan dan lebih termotivasi sehingga siswa menjadi lebih aktif, dan semua ikut berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran.
B.     Saran
Berdasarkan hasil tersebut penulis sangat menyadari bahwa waktu penelitian yang tersedia sangatlah terbatas dan hanya terdapat terlaksana dua Siklus dan untuk hasil yang lebih akurat dapat dilakukan atau diteruskan oleh peneliti berikutnya yang ingin melakukan terhadap penelitian yang sama. Disamping itu instrumen yang digunakan penulis begitu memuaskan dan lebih tepat semoga penelitii berikutnya bisa menggunakan metode yang lebih standar dan valit.
Mengingat alat peraga yang digunakan penulis sangat menunjang dan meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa khususnya dalam pokok bahasan Operasi Bilangan Bulat, maka untuk kelas dan sekolah yang sama juga dapat menggunakan alat peraga yang serupa dalam pembelajaran Matematika.
Dan kepada rekan-rekan guru hendaknya terus melakukan perbaikan pembelajaran dengan melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas, dan membangun komunikasi lewat KKG untuk saling tukar pengalaman demi meningkatkan aktifitas belajar mengajar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar